Harmonisasi

Seorang tua yang tak berpendidikan untuk pertama kali mengunjungi anaknya dikota besar yang modern.

Suatu ketika ia dibawa mengelilingi kota, ia mendengar suara yang bising yang membuat telinganya tidak nyaman, lalu ia mencari-cari sumber kebisingan itu dan ternyata ia melihat anak nakal yang sedang belajar bermain biola.

Sejak saat itu ia berharap untuk tidak mendengar suara benda yang mengerikan itu. Lalu ia pun pergi dan mendengar lagi suara tapi suara kali ini cukup indah didengar ditelinganya, lalu ia mencari lagi sumber suara itu dan ternyata ada seorang maestro yang sedang memainkan sebuah biola, saat itu orang tua itupun sadar akan kekeliruannya, yang salah bukanlah biolanya tetapi orang yang memainkannya itulah yang memegang peranan.

Sahabatku,
Seperti halnya Agama, ketika seseorang berbuat jahat, bukan agama yang dianut yang salah tapi diri orang itulah yang salah. Esok harinya orang tua itu mendengar lagi suara merdu melebihi suara sang maestro dan ternyata itu adalah sebuah orkestra besar dengan bermacam macam alat musik dengan orang-orang yang berbeda beda yang memainkan sebuah simfoni yang indah.

Itulah Agama yang sebenarnya, semua bertujuan untuk menciptakan sebuah keindahan dalam hidup. Marilah kita menjadi maestro cinta kasih didalam agama masing-masing, saling menghargai, bermain dan belajar seperti halnya orkestra bersama-sama dengan penganut lain dalam menciptakan sebuah HARMONI yang merdu.

Tuhan memberkati.