Kita dimana?

Ketika orang senyum ramah & bersikap hormat pada KITA , spontan KITA akan membalas dengan senyuman, hormat & merasa bahagia !

Ketika orang berbicara ketus, sikap menghina, KITA pun membalas dengan ketus, balik menghina & menyakiti !

KITA telah membiarkan orang lain menentukan sikap KITA.
KITA menjadi baik karena orang baik pada KITA. KITA menjadi jahat karena orang menjahati KITA. KITA jadi jujur karena orang lain jujur. Dan kita jadi licik karena lingkungan licik. KITA berjudi karena orang berjudi. KITA beramal karena orang beramal.

KITA baik bukan karena KITA baik tapi karena orang-orang baik. KITA kejam bukan karena KITA jahat tapi karena orang-orang kejam lalu KITA menjadi kejam.

Dimana diri KITA ? Dimana kesadaran & kepribadian KITA ? KITA tidak mempunyai kepribadian, orang-orang yg menentukan kepribadian KITA. KITA tidak punya sikap, lingkungan yg memberi KITA sikap.

KITA tidak menjadi tuan bagi diri KITA, orang-orang & lingkungan yg menjadi tuan atas diri KITA.

Inilah bedanya KITA dengan orang bijak. Orang bijak melakukan kebaikan bukan karena dunia baik padanya. Orang bijak melakukan kebaikan walaupun dunia menjahatinya.

Orang menjahatiku itu urusan orang. Aku melakukan kebaikan itu tanggung jawab nuraniku. Bukan orang lain tapi akulah yang menentukan sikap & perbuatanku.

Tuhan memberkati.