Pilihan yang BENAR

Ulangan 30:19
“Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.”

Wilma Rudolph, pemenang tiga medali emas dalam Olympiade tahun 1960 ini penah dikenal di lapangan lari sebagai wanita pelari tercepat di dunia. Namun tahukah Anda bahwa ia pernah di vonis oleh dokter bahwa ia tidak akan pernah bisa berjalan lagi? Wilma adalah anak ke dua puluh dari 22 anak. Wilma dilahirkan dalam keadaan premature dalam sebuah keluarga miskin, dan ia tidak diijinkan menerima perawatan di rumah sakit kulit putih setempat.

Ia pernah berkata, “Para dokter mengatakan kepada saya bahwa saya tidak akan pernah berjalan lagi, tapi ibu saya mengatakan bahwa saya akan berjalan, jadi saya percaya pada ibu saya.” Wilma tepat memilih siapa yang bisa ia percayai. Selama beberapa tahun berikutnya, ibunya merawatnya dari banyak penyakit. Saat ia menderita polio, ibunya membawa dia dua kali seminggu selama dua tahun ke fasilitas medis yang mau merawatnya, pada hal jaraknya hampir delapan puluh setengah kilometer dari tempat tinggal mereka. Namun pilihan Wilma untuk percaya pada ibunya tidak sia-sia, terbukti ia bukan hanya bisa berjalan bahkan menjadi juara lari Olimpiade.

Seperti Wilma, setiap hari kita diperhadapkan pada pilihan untuk mempercayai apa yang dikatakan orang-orang di sekitar kita atau mempercayai Tuhan. Seperti Tuhan memperhadapkan pilihan pada bangsa Israel, Tuhan pun berharap agar kita memilih mempercayai Dia, memilih kehidupan supaya kita memperoleh kehidupan kekal itu dan juga segala kelimpahan yang Tuhan telah sediakan sebagai bonusnya. Namun semua itu kembali kepada setiap pribadi kita, apakah kita memilih kehidupan atau kematian? Tentukan pilihan Anda.

Pilihan-pilihan yang kita buat hari ini, akan menentukan kehidupan kita selanjutnya. Pastikan Anda membuat pilihan yang benar.

Tuhan memberkati.