From Nothing to Something

Li Ka ShingIa dilahirkan tahun 1928 di Chiu Chow, sebuah kota pantai di sebelah tenggara China.

Di usia 12 tahun, dia diajak ayahnya bersama seluruh keluarganya menyeberang ke Hong Kong sebagai pengungsi.

Belum sampai tiga tahun di Hong Kong, ayahnya menderita tuberkulosis dan akhirnya meninggal. Sekarang beban hidup keluarga ada di pundaknya.

Mereka menumpang di rumah keluarga pamannya yang lebih berada. Dia dan keluarganya sering dianggap remeh.

Ia bertekad mandiri menghidupi ibu dan adik-adiknya sehingga ia meninggalkan sekolahnya di usia 15 tahun dan bekerja sangat keras di pabrik plastik sampai 16 jam sehari.

Status sebagai pekerja keras membuatnya dikenal di pabriknya dan di lingkungan bisnis.

Di tahun 1950-an, di usia 22-an tahun ia memberanikan diri memulai usaha sendiri dengan meminjam modal sedikit atas dasar kepercayaan orang.

Li Ka Shing perlahan tapi pasti mengubah perusahaan plastiknya menjadi grup bisnis terbesar di Asia.

Forbes 2007 menempatkannya sebagai orang terkaya Asia dengan perkiraan kekayaan sebesar US$ 32 milyar.

Kekuatan bisnisnya sekarang mencakup perbankan, konstruksi, real estate, plastik, ponsel, televisi satelit, semen, ritel, hotel, transportasi, bandar udara, listrik, baja, dermaga dan pelayaran.

Operasi bisnisnya tersebar di 55 negara dengan karyawan mencapai 250 ribu orang di seluruh dunia.

Li tetaplah orang yang sederhana dan mengerti akan dirinya yang berasal dari keluarga miskin. Ia mendirikan The Li Ka Shing Foundation, sebuah yayasan sosial yang bergerak dalam berbagai bidang sosial terutama pendidikan. Li sudah mendonasikan lebih dari US$ 1 milyar melalui foundation ini.

Sahabatku,

Inilah contoh seseorang yang bisa memungkinkan (Possible) sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin(Impossible).
Mari kita sadari bahwa didalam diri kita Tuhan telah berikan sebuah Mahakarya besar yang bila kita mau menggalinya dengan tidak hanya fokus pada kelemahan dan lingkungan maka kita akan menemukan permata indah didalam diri kita.

Mari kita gali dan cari potensi besar itu dengan kemauan untuk belajar dan mau untuk ditempa kehidupan yang keras ini.

Tuhan memberkati kita.