Jatuh Cinta pada Tuhan

Mazmur 119 :139-140

“Nyala cintaku menghabiskan aku, sebab para lawanku melupakan segala firman-Mu. Janji-Mu sangat teruji dan hamba-Mu mencintainya.”

Orang yang sedang jatuh cinta, ingin melakukan segala hal buat orang yang dicintainya, bahkan hal-hal yang tak mungkin pun sepertinya sanggup dia lakukan. Ketika letih terasa, tapi saat bertemu orang yang dicintainya, seolah-olah keletihan lenyap begitu saja. Sepertinya apa saja mungkin dilakukan, tak peduli situasi dan kondisi saat itu.

Ketika cinta itu sedang menggebu-gebu, perasaan ingin bertemu dan selalu berdekatan dengannya begitu kuat. Sayangnya, terkadang datanglah kebosanan dan mulailah cinta itu pudar. Cinta itu semakin pudar dan pudar. Kita kemudian melihat bahwa ‘rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri’. Perasaan seperti ini begitu sering dirasakan oleh manusia.

Akhirnya, hal ini juga berlaku dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita sudah tahu bagaimana penderitaan Tuhan untuk membebaskan kita dari hukuman kekal, kita sudah tahu betapa besarnya Tuhan itu, kita sudah mengerti dan merasakan karya-karya Tuhan yang ajaib yang terjadi di dalam hidup kita, tapi kita tidak mengejar-Nya seperti kita mengejar orang yang kita cintai. Kenapa?

Kita belum jatuh cinta kepada-Nya, setidaknya belum sepenuhnya. Yang namanya jatuh, pasti dia benar-benar di bawah, benar-benar merasakan ‘jatuh’ itu. Jatuhlah sepenuhnya kepada Tuhan. Bagaimana caranya? Anda harus jatuh dulu. Mulailah beri Dia apa saja yang Anda punya. Waktu, kekayaan, tubuh, kehidupan, apapun yang Anda punya. Jika dunia memberikan segalanya untuk dipakai hal-hal yang buruk, seperti tubuh untuk perilaku seks bebas, tidak begitu dengan Tuhan. Tuhan akan pakai semuanya untuk kemuliaan-Nya.

Jatuh cinta kepada Tuhan berarti jatuh sepenuhnya kepada Tuhan dalam segala hal di hidup Anda karena begitu anda tergila gila kepada seseorang segalanya akan berubah begitulah kiranya rasa Cinta kepada Tuhan yang akan mengubahkan kita.

Tuhan memberkati kita.