Detik demi detik berlalu

Jam arlojiku pecah beberapa yang hari lalu. Talinya putus tanpa aku menyadarinya, dan menyebabkan ia jatuh ke lantai ketika aku sedang mencuci pakaian. Saat aku melangkah mundur untuk mengambil setumpuk pakaian lain aku mendengar suara benda yang terinjak sesuatu. Aku pun melihat ke bawah seketika dan terkejut ternyata aku menginjak jam arlojiku sendiri. Begitu mengetahui bahwa benda ini tidak dapat berfungsi lagi, aku pun membuangnya ke tempat sampah.

Anehnya, meski sekarang jam arlojiku itu sudah tidak ada, aku tak ingin membeli yang baru. Mungkin karena sekarang adalah era jam digital maka aku dapat menemukan waktu di mana-mana – Di mobilku, di komputerku, dan bahkan di ponselku. Aku bahkan tidak bisa memalingkan kepala tanpa melihat waktu.

Aku pikir bahwa alasan sebenarnya aku melakukan hal ini adalah karena ketika aku bertambah tua maka hubungan aku dengan waktu juga berubah. Sementara jiwaku terasa muda dan fisikku juga awet muda, waktu di dunia ini telah berlalu terlalu cepat. Anak anjing kecil aku yang pernah dipegang di telapak tangan aku sekarang telah menjadi anjing tua dengan radang sendi.

Bayi laki-laki kecil yang pernah kugendong tidur di dada sekarang menjadi seorang pria berusia 23 tahun yang lebih besar dariku. Aku yang dahulu ketika muda adalah orang yang bersemangat, dan energik sekarang telah menjadi tua, sakit dan bahkan hampir meninggal. Aku bisa melihat sekarang bahwa, waktu tidak dapat ditahan. Ia akan terus mengalir dan membawa kita kepada sungai perubahan. Pada saat usia semakin menanjak, rambut kita akan memutih, kulit kita akan menjadi menyusut. Tidak ada guna kita melirik arloji kita karena itu tidak akan pernah dapat memperlambat waktu. Yang bisa kita lakukan adalah merangkul dan menikmati setiap hari yang diberikan kepada kita.

Sahabatku,

Bumi tidak dimaksudkan untuk kekekalan, Surgalah tempat kekekalan. Oleh karenanya, selagi masih ada di bumi habiskan setiap momen berharga di bumi ini dengan sukacita. Isilah hari-hari Anda dengan tertawa, memeluk, membantu, berdoa, dan tersenyum. Lakukan yang terbaik untuk menghabiskan detik Anda di sini mengasihi Allah, diri sendiri, dan lain-lain. Lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mengasihi Allah, orang lain, dan diri Anda sendiri. Lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan untuk membuat perjalanan waktu di bumi ini sebagai sebuah lorong perjalanan menuju ke Surga.

Tuhan memberkati kita.