Ujian dari Tuhan

Amsal 16:2

Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.

Ada pribahasa berkata, “Dalamnya laut dapat di duga, dalamnya hati manusia siapa yang tahu?” Saat ini, dengan tehnologi yang ada kedalaman laut yang penuh dengan berbagai lekukan, palung dan juga jurang yang dalam dapat diukur. Namun bagaimana dengan hati manusia? Terkadang diri kita sendiri pun tidak menyadari hati kita telah bengkok dan motivasi kita telah salah, karena seperti kata kitab Amsal, manusia menganggap jalan yang dipilihnya benar atau bersih.

Untuk itulah kita perlu datang kepada Tuhan seperti Daud yang berani berkata, “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.” (Mazmur 26:2). Satunya yang bisa mengetahui isi hati kita yang sesungguhnya adalah Tuhan. Hanya Dia yang mampu menguji dan menunjukkan siapakah diri kita sebenarnya, dan seperti apakah isi hati kita. Namun tentunya, hal ini bukanlah sebuah proses yang mudah dan menyenangkan.

Apakah Anda pernah menjalani ujian? Pasti bukan, contohnya ujian di sekolah. Apakah menyenangkan saat menghadapi ujian? Tentu tidak. Anda pasti merasa was-was apakah bisa menjawab semua ujian atau tidak, Anda akan belajar dengan keras hingga saat ujian tiba. Demikian juga saat hati kita diuji, kita akan merasa tidak nyaman. Tetapi kita harus tekun hingga terbukti bahwa kita tahan uji dan hati kita benar dihadapan Tuhan. Sebab jika kita tahan uji, ada upah yang kekal yang menantikan kita : “sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yakobus 1:12).

Beranikah Anda berkata: Ujilah aku Tuhan, selidiki hatiku dan batinku? Karena Tuhan berkenan pada hati yang tulus dihadapan-Nya.

Tuhan memberkati kita.