Kesia-siaan

Pengkhotbah 1:14
“Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.”

Kitab Pengkhotbah dalam Perjanjian Lama memberikan banyak hikmat dalam kehidupan, karena memang yang membuatnya adalah Salomo yang merupakan raja yang berhikmat atas kehendak Tuhan. Dia katakan di dalam kitab Pengkhotbah ini bahwa segala yang dilakukan manusia adalah kesia-siaan belaka. Bahkan, dia umpamakan hal itu seperti usaha menjaring angin.

Seperti kita ketahui bahwa angin tidak bisa dijaring karena angin bebas bergerak kemana saja dan jaring yang kita pakai yaitu jaring yang tidak dapat menampung angin tersebut. Sama seperti itulah hal-hal yang kita lakukan di dunia ini hanyalah sia-sia belaka. Kita tidak bisa menjaringnya. Segala sesuatu yang fana dari dunia ini memang hanya kesia-siaan belaka jika kita cari. Contohnya saja, betapa sibuknya manusia mencari harta yang ada di dunia ini. Sampai-sampai seringkali kita mengorbankan kesehatan kita. Harta yang dicari itu terkadang sering dicari dengan cara yang tidak halal, setiap jalan yang kotor sekalipun kita lakukan. Tapi setelah itu, apakah kita mendapatkan hasilnya? Mungkin saja kita bisa menikmatinya sesaat namun setelah itu tidak akan kita bawa ketika kita mati. Betapa sia-sianya hal seperti itu bukan?

Jika yang kita cari saat ini adalah kesia-siaan saja, betapa sia-sianya hidup kita. Karena itu, marilah kita mulai menata hidup kita. Kerjakan sesuatu yang tidak sia-sia, yang bisa memberi manfaat buat kita. Carilah harta surgawi yang dapat memberikan kepada Anda kebahagiaan kekal. Carilah kerajaan Allah, maka ada bonus yang Tuhan tambahkan kepada Anda. Tapi, hati yang mencariNya daripada bonusNya, lebih diperkenan Tuhan.

Carilah harta surgawi yang tidak dapat dirusakkan dan janganlah kerjakan sesuatu hal yang sia-sia. Percayalah, Tuhan akan menambahkan semua bonus yang Dia punya kepada Anda.

Tuhan memberkati kita.