Rajawali sejati atau Rajawali ayam ?

Cerita ini saya sudah pernah post diblog saya yang satunya tapi melalui blog ini saya ingin membagikannya lagi…😀

(Yakobus 4 : 13 – 17)

Ada seorang pemburu yang menangkap seekor anak burung rajawali setelah menembak induknya. Pemburu itu kasihan terhadap anak rajawali yang sendirian di sarangnya dan masih belum bisa terbang, sehingga dia berpikir bahwa anak rajawali tersebut pasti akan mati jika ditinggalkan sendiri di sarangnya. Maka akhirnya ia memutuskan untuk memelihara anak rajawali tersebut. Namun, karena ia hanya seorang pemburu dan bukan peternak, maka cara pemburu tersebut memeliharanya sama saja seperti memelihara seekor ayam, yaitu si anak rajawali dikurung di sebuah kandang ayam, diberi makanan ayam dan tidak pernah diajar terbang layaknya seekor burung.

Hasil setelah setahun kemudian, anak rajawali tersebut telah tumbuh besar menjadi seekor burung rajawali yang gagah, bulu – bulunya berkilau bak keemasan. Akan tetapi rajawali tersebut tidak berdiri tegap laksana burung rajawali lainnya di alam bebas. Rajawali tersebut berjalan seperti seekor ayam jantan, yang berdiri gagah hanya apabila ada ayam betina di dekatnya. Rajawali tersebut tidak pernah berani terbang bahkan ke atas atap rumah kecuali melompat – lompat sesekali untuk naik ke atas kayu tempatnya bertengger bersama ayam lainnya.

Hari ini saya menyadari bahwa sebagai seorang kristen rajawali, kita harus bersikap sama seperti seekor burung rajawali, bukan seekor ayam. Ayam jantan mungkin bersikap layaknya jagoan berkelahi di antara kumpulan ayam lainnya, namun akan lari terbirit – birit bila musuh, misalnya ular, datang untuk menangkapnya. Rajawali tidak demikian. Rajawali sejati memandang segala sesuatu di sekitarnya, lalu menentukan sikap apakah akan bertempur melawan ular atau menghindari pertikaian yang tidak perlu.

Di penjara saat ini, ada banyak sekali ayam – ayam jantan. Namun hari ini Tuhan menyampaikan firmanNya dalam saat teduh yaitu bahwa Tuhan ingin anak – anaknya ( orang – orang kristen yang berada di sini ) untuk belajar menajdi rajawali. Di sini, banyak orang yang bersikap seperti jagoan, suka memukul atau membentak napi lain hanya supaya dia ditakuti. Mereka bersikap seperti itu mungkin karena mereka pikir hanya dengan cara tersebut maka mereka menjadi aman. Padahal di depan petugas – petugas mereka lalu menunduk – nunduk takut.

Di sini, orang – orang kristen justru mendapatkan latihan yang keras untuk menunjukkan sikap yang benar, untuk menjadi terang bagi lingkungan sekitarnya. Sebab tidak seperti kehidupan di luar penjara yang masyarakatnya banyak hidup dalam topeng kemunafikan. Di sini, manusianya justru hidup dengan karakter pribadi yang sesungguhnya. Yang penjilat ya penjilat, yang tukang berkelahi ya berkelahi, yang suka menipu ya masih saja mencoba menipu sesama napi, yang rajin ya rajin juga bekerja. Di sini hampir tidak ada yang pakai topeng. Memang tidak perlu pakai topeng lagi karena anggapannya adalah di sini semuanya penjahat jadi tidak ada yang perlu ditutup – tutupi lagi. Dan orang kristen di sini mendapatkan porsi latihan yang sesungguhnya, apakah akan dengan cara hidup penjahat ( duniawi ) dan menjadi ayam atau mau berubah menjadi anak Tuhan yang sejati layaknya kristen rajawali. Napi kristen harus mudah dibedakan daripada napi yang lain, dari sikap dan karakternya. Yakobus menulis : “ jadi, jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, ia berdosa “ ( ayat 17 ). Di sini ketika penjara dipenuhi oleh kejahatan dan kegelapan, napi kristen punya kesempatan untuk memancarkan cahaya. Kerap kali hal itu berarti kita harus melawan dorongan untuk tetap berdiam diri.

Sesungguhnya kita harus menyadari, dengan latihan seperti ini maka kelak setelah kita bebas, kita akan lebih kuat menghadapi kehidupan masyarakat di luar penjara. Kita harus menjadi rajawali – rajawali dewasa sejati yang gagah, tidak takut menyatakan kebenaran dan sikap hidup seperti kehendak Tuhan ; sehingga kami dapat melayani Tuhan dengan menjadi kesaksian yang hidup, bukan menjadi rajawali ayam yang memakai atribut kristen tapi bersikap seperti dunia penjara yang keras ini.