Nyonya Watkins dengan 3 Perahu

Suatu pagi di musim semi, Nyonya Watkins yang baru saja bangun dari tidurnya langsung dibuat kaget dengan keadaan saat itu. Ia shock karena menemukan bahwa air sungai ternyata telah masuk dan membanjiri seluruh lantai pertama rumahnya. Ketika melihat keluar jendela, ia mendapati air masih bergerak naik.

Selang beberapa menit, dua orang dengan sebuah perahu dayung melewati rumahnya. Salah satu dari mereka berteriak dan mengajak wanita tua ini untuk pergi bersama mereka. “Tidak, terima kasih,” jawab Nyonya Watkins. “Tuhan akan menyediakan.” Para pria itu akhirnya mengangkat bahu dan mendayung.

Menjelang malam, permukaan air yang meninggi memaksa nyonya Watkins untuk naik ke atas atap demi keselamatan dirinya. Di saat itu, ia bertemu dengan seorang pria di perahu bermotor. Pria tersebut menawarkan diri untuk menjemputnya. “Jangan repot-repot,” ujarnya. “Tuhan akan menyediakan.”

Tak lama kemudian, nyonya Watkins harus mencari perlindungan sampai ke atas cerobong asap. Ketika tim Palang Merah datang berpatroli, dia melambai sambil berteriak, “Tuhan akan menyediakan.” Jadi perahu itu pun meninggalkannya. Tak lama kemudian, wanita tua ini tenggelam.

Basah kuyup dan benar-benar kesal, dia datang melalui gerbang mutiara dan menuntut berbicara kepada Allah. “Apa yang terjadi, mengapa Engkau tak datang saat aku memerlukan-Mu?,” ujarnya sambil menangis. Allah pun menjawab, “Aku telah datang dengan tiga perahu.”

Sahabatku,

Tuhan senantiasa menyertai kehidupan kita. Bahkan di saat menghadapi berbagai persoalan, Dia tetap ada bersama-sama dengan kita dan memberikan kita jalan keluar. Dan kita harus percaya bahwa Dia dapat memberikan bantuan kepada kita lewat orang-orang atau lingkungan sekitar kita.
Perhatikan cara pertolongan Tuhan dengan cara cara yang terkadang kita tidak sangka sangkat. Percayalah kepada Tuhan!