Kasih Seorang Anak Kepada Bapak

Disuatu kota kecil ada seorang ayah yang telah berjanji sepeninggal istrinya bahwasanya dia tidak akan pernah kegereja karena disaat istrinya sakit keras dia minta tolong kepada Tuhan namun tidak ditolong oleh- Nya. Disaat anaknya melihat dia anaknya membujuk serta merayu supaya ayahnya kegereja namun tetap DITOLAK dia sering menceritakan kepada kepada pendeta namun tidak ada yang dapat membantu dia, dia sering merenungi dirinya sendiri, dia sering berpikir sendiri.

Suatu saat sibapak bertanya kepada putrinya “anakku apa yang sedang engkau pikirkan?” jawab sianak” mengapa bapak tidak mau kalau saya ajak kegereja?” sibapak lalu berkata” anakku tidak baik jikalau kamu ditanya, Kamu balik bertanya. lalu jawab sianak,” saya hanya merasa tidak berguna bagi bapak, karena saya tidak dapat membuat bapak pergi kegereja.” Lalu jawab si ayah sambil menitikkan air mata,”nak, kamu tidak tahu disaat ibu mu kritis hingga dia menininggal bapakmu ini sering meminta kepada-Nya namun tidak ada jawaban atas segala doaku. MENGAPA SAYA HARUS KEGEREJA?” lalu sianak terdiam lalu menangis, kemudian mereka berdua berpelukan.

keesokan paginya sianak jalan menuju sebuah gereja dia masuk kedalam gereja sambil berlutut dan berdoa. DOAnya”  Bapakku yang berada disurga dikuduskanlah namamu datanglah kerajaanmu jadilah kehandakmu dibumi seperti disurga”. lalu dia berkata AMIN.kemudian sianak melihat keatas dia melihat salib Yesus, dia melihat Yesus yang disalibkan lalu dia berdoa kembali ” Bapakku yang baik dan pengasih tunjukan bagaimana cara ku  agar ayahku DATANG kegereja?” namun sampai dia mengucapkan AMIN suara itu tidak datang.

sesudah itu dia pulang kerumah dia melihat ayahnya yang sedang duduk diteras rumah. bapaknya berkata “dari mana anakku?” sianak menjawab” dari gereja pak.” jawab siayah” ya sudah,kamu sudah makan? Si anak berkata” belum pak” lalu si ayah berkata kembali” makanlah”.

sesudah itu sianak tetap memikirkan bagaimana caranya agar si ayah pergi kegereja. Lalu dia berdoa, isi doanya” jikalau engakau berkenan ambillah nyawaku”

Lalu sianak tersebut menghembuskan nafasnya dengan meninggalkan sepucuk surat. Sibapak yang melihat anaknya meninggal tersebut menangis dengan histeri dia tidak terima istri dan anaknya meninggal. dia menyalahkan ALLAH serta TUHAN YESUS, dia mengumpat serta menghujad kebesaran-NYA. Kemudian sibapak membuka isi surat dengan tangan gemetaran. isi nya:

“KUBURKAN ANAKMU INI  DENGAN JALAN MELALUI GEREJA.”