11 April ke-20

Baru saja saya ingat bahwa saya sudah berumur 20 tahun, dan umur 20 tahun bukan lagi umur yang tepat untuk bersenang-senang. Ya, tanpa saya sadari saya sudah dekat sekali dengan kematian, entah kapan kematian akan menampakkan wajahnya kepada saya, tapi tentunya dengan bertambahnya umur pasti masa kehidupan kita akan berkurang.

Waktuku kecil, sejujurnya aku juga merasa iri dengan teman-teman sebayaku. Mengapa hanya diri ini seorang yang rasanya tidak pernah merayakan ulang tahun, bahkan sekalipun? Ingin rasanya juga dapat merayakan ulang tahun seperti halnya mereka lakukan. Namun, semakin dewasa aku menyadari betul bahwa ada hal yang lebih penting dari sekedar merayakan ulang tahun. Dan hal yang lebih penting itu adalah bisa memahami dengan baik bahwa sesungguhnya orang tua saya telah bekerja untuk kepentingan masa depanku dan adikku, sehingga ulang tahun tak dirayakan tak menjadi masalah bagi saya karena sudah terbiasa begitu. Malah kalau dirayakan menjadi hal yang aneh bagi saya dan tak biasa.

Ulang tahun di tahun pertama SMA adalah ulang tahun pertama saya diperantauan, tanpa ayah dan ibu. Hanyalah Do’a yang dipanjatkan oleh orang tua dari pulau seberang, om, tante, guru serta teman-teman dekat di sekolah. Sekarang sudah kuliah dan ulang tahun yang ke-20 ini merupakan tahun ke-4 berturut-turut diperantauan dan ini juga adalah ulang tahun keduakalinya di Bandung. Tahun ini, hari ini, hari ulang tahunku begitu indah. Teman dekat mengirimkan ucapan ulang tahun menjelang tidur melalui inbox dan wall facebook saya, yang menemaniku tadi malam hingga waktu ulang tahunku tiba.Teman-teman dikampus juga tak lupa memberi ucapan ala mereka sendiri. Bulan ini akan menjadi bulan termanis diantara bulan-bulan yang lain. Saya harap mereka terus menemani meskipun ulang tahunku berlalu hingga tahun depan, tahun depannya, tahun depannya, dan seterusnya semuapun menjadi indah.

Di umur saya yang semakin tua ini, mudah-mudahan semua cita-cita, harapan dan keinginan bisa terwujud. Menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Yah, meskipun perlu waktu dan proses yang relatif, semoga saja bisa terwujud. Amien… Disamping itu juga saya sangat merasakan begitu kerasnya hidup tapi, saya yakin semuanya tetap akan menjadi indah pada waktu. Terimakasih Tuhan atas semuanya, terimakasih Pa…. Ma….atas semuanya, terimakasih juga buat orang-orang yang mencintaiku dan yang kucintai….khususnya buat orang yang telah mengirimkan kalimat motivasi dibawah ini. Semoga teman-temanku yang lain bisa termotivasi juga.

Allah memberi kita Kekuatan… dengan cara memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Allah memberi kita kebijakan… dengan cara memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.

Allah memberi kita kemakmuran…dengan cara memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.

Allah memberi kita Keteguhan Hati…dengan cara memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.

Allah memberi kita Cinta…dengan cara memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.

Allah memberi kita Kemurahan Kebaikan Hati…dengan cara memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Semoga kita makin mengerti ini, sehingga apapun yang terjadi, kita terus dapat tersenyum dan mengucapkan “Puji Tuhan” di hati kita.Terima kasih kepada keluarga dan teman-teman atas ucapan selamat ulang tahunnya. Itu sudah cukup bagi saya, sekali lagi terima kasih…

Spesial terima kasih untuk ibu yang telah melahirkan saya dengan penuh perjuangan dan pengorbanan sehingga saya bisa ada di dunia ini dan seperti sekarang ini. I LOVE YOU…