Belajar Hidup Jujur

membangun-rumahJangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba –hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah(Efesus 6:6 )

Daniel sudah bekerja pada perusahaan kontraktor selama 2 tahun. Dia adalah karyawan yang setia pada perusahaannya. Pada suatu kali dia diminta oleh atasannya untuk menangani proyek rumah yang akan dibangun. Tugas Daniel adalah membeli semua bahan yang diperlukan dan mengawasi pembangunannya. Akhirnya Daniel mengemban tugas tersebut dengan penuh semangat dan sukacita. Semuanya dikerjakannya dengan teliti.

Namun, tiba-tiba timbul dalam benaknya, “ jika sepenuhnya saya yang bertanggung jawab atas pembangunan rumah ini, mengapa saya tidak sunat saja biayanya? Saya bisa menggunakan bahan-bahan bangunan yang lebih murah. Dengan begitu saya akan mendapat keuntungan yang besar. Lagipula, tidak akan ada yang tahu dengan apa yang saya lakukan”.

Setelah berpikir seperti itu, Daniel langsung melakukan apa yang ada di benaknya. Dia memesan beton murahan, kayu nomor dua dan kabel kelas rendah. Hampir semua biaya disunat olehnya. Akhirnya rumah itu pun selesai dan kontraktor datang menemuinya dan berkata, “ Daniel, pekerjaanmu sangat bagus! Karena kamu telah menjadi pekerja yang setia, maka saya akan memberikan rumah ini kepadamu”.

Dari kisah Daniel ini, pelajaran berharga yang dapat diambil adalah tampil apa adanya. Dalam hidup ini yang dibutuhkan adalah kejujuran. Kejujuran bukan hanya kepada orang lain, tetapi kepada diri sendiri. Ketika anda jujur terhadap diri sendiri, maka anda tidak akan sulit untuk jujur terhadap orang lain. Ingatlah, sandiwara hanya ada dalam sebuah film. Alangkah baiknya, hidup ini tidak dibangun dengan panggung sandiwara.

Anda harus tampil seperti apa adanya, penuh kejujuran, walaupun tak seorang memperhatikan.

Tuhan memberkati kita,

Sumber : Bpk. Loran N.