Bersama dalam Segala Hal

ilustrasi_SDKarena itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. (1 Korintus 12:26)

Suatu hari seorang anak terjatuh ke got di sekolah dan semua teman-temannya menertawakannya. Lalu bapak guru bertanya,” tadi bapak melihat ada anak terjatuh dan semua teman menertawakannya. Sekarang di antara kalian yang tidak menertawakannya?”. Lalu seorang anak mengangkat tangan dan berkata,” Saya Pak”. Lalu Bapak guru bertanya kembali, “ Mengapa kamu tidak menertawakannya?”. Sang anak menjawab,” karena saya yang jatuh pak”.

Dari kisah ini, sebuah pelajaran penting yang dapat diambil adalah untuk selalu sepenanggungan. Apabila dalam kehidupan sehari-hari anda melihat saudara yang sedang terkena musibah, apa yang akan anda lakukan?

Paulus mengajak kita untuk selalu memiliki perasaan senasib dan sepenanggungan kepada jemapat di Korintus. Saat itu ada anggota jemaat yang merasakan penderitaan, maka semua merasakan derita yang sama, dan demikian sebaliknya.

Mengapa kita diajarkan untuk sepenanggungan? Tuhan sudah tidak menyebut kita sebagai pendatang asing, namun warga orang-orang kudus dan keluarga Allah. Kita selalu diajarkan untuk selalu mengasihi. Karena tidak ada yang terlebih besar selain kasih.
Mengingat Indonesia sedang berduka karena saudara-saudara kita yang terkena musibah, maka dari itu kita dijak untuk merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga korban. Dengan selalu mendoakan dan tetap meneguhkan iman mereka, sesungguhnya kita sudah menjadi keluarga dalam Yesus.

Kau saudaraku, Kau sahabatku, tiada yang dapat memisahkan kita.

Tuhan memberkati kita.

sumber : Bpk. Loran N.