Ukirlah Nama dalam Cinta

berbuat-baik-pada-orang-lainSebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. ( Roma 14:7-9)

Shaw adalah seorang misionaris dari India. Ditugaskan di kawasan kusta oleh Bala Keselamatan, tidak membuatnya goyah sedikit pun. Setibanya di kawasan kusta, ia berkata kepada penjaga untuk melepaskan rantai 3 orang kusta yang ada di hadapannya. Namun pejaga tidak mau dengan alasan mereka adalah penjahat dan jika dilepaskan keadaan sekitar menjadi tidak aman.

Melihat respon penjaga, maka Kapten Shaw menjawab: “Saya yang akan bertanggung jawab, mereka ini sudah cukup menderita”. Lalu dengan penuh kerendahan hati, Kapten Shaw berlutut dan membuka rantai mereka dengan lembut. Tidak hanya itu saja, Shaw juga merawat luka yang ada di pergelangan kaki dan tangan mereka.

Hari pun berlalu dan dua minggu kemudian Shaw mendapat tugas untuk melakukan perjalanan pada malam hari. Maka dari itu Shaw terpaksa harus meninggalkan keluarganya di rumah. Ketika pergi Shaw mengingat kembali apa yang pernah diucapkan penjaga tentang kondisi 3 penjahat yang terkena kusta, bahwa jika mereka lepas akan membahayakan sekitarnya.

Ketika pagi hari, Istri Shaw membuka pintu dan dia sangat terkejut melihat ada 3 penjahat tidur di depan pintu rumah mereka. Ketika istri Shaw menanyakan mengapa mereka bisa tidur di depan pintu, mereka menjawab, “Kami tahu bahwa dokter sedang pergi, maka dari itu kami tidur semalaman disini untuk menjaga kalian”.

Kisah Kapten Shaw adalah sebuah kisah yang menguatkan hati. Jika segala sesuatu dilakukan dengan rasa sayang maka yang akan anda terima juga adalah kebaikan. Tidak peduli sekalipun mereka adalah penjahat, namun mereka masih bisa membalas budi baik yang mereka terima. Jangan pernah berhenti untuk berbuat kasih sayang terhadap orang lain. Mengukir nama di hati orang lain lebih baik dibanding mengukir nama di atas batu nisan.

Melakukan kebaikan kepada orang lain adalah sebuah momentum untuk mengukir nama kita di hati mereka.

Tuhan memberkati kita,

sumber :Bpk.  Loran N.